Skip to content

Israel Menggempur Kapal Pembawa Misi Kemanusiaan

Juni 1, 2010

Metrotvnews.com, New York: Kecaman atas tindakan Israel  yang menyerang kapal pengangkut bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza terus bermunculan. Kecaman datang dari Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki Moon dan sejumlah kepala pemerintahan negara Eropa dan Afrika. Yunani bahkan menunda rencana latihan militernya dengan Israel.

Ban Ki Moon mengutuk kekerasan tersebut. Ia menyerukan dilakukan investigasi secara menyeluruh. Sementara Amerika Serikat yang selama ini menjadi sekutu terdekat Israel menyebut penyerangan itu sebagai tragedi. Kanselir Jerman Angela Merkel menaruh perhatian penuh atas insiden ini. Ia menyerukan semua pihak harus melakukan apapun untuk menghindari eskalasi konflik lebih jauh.

Seruan serupa juga  dikeluarkan Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton. Yunani, Mesir, Swedia, Spanyol dan Denmark bahkan telah memanggil duta besar Israel untuk meminta penjelasan atas tragedi tersebut. Spanyol dan Prancis malah langsung mengutuk tindakan Israel itu sebagai penggunaan kekuatan militer yang tidak proporsional.

Yunani bahkan langsung memutuskan untuk menunda rencana latihan militernya dengan Israel. Negara yang sedang dilanda krisis ekonomi ini juga meminta kepala angkatan udara Israel menunda kunjungan ke Yunani.

Di Johannesburg, Afrika Selatan, para mantan presiden, perdana menteri dan pemimpin agama termasuk uskup Desmond Tutu serta mantan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter menyatakan serangan Israel yang mematikan tersebut sebagai tindakan yang benar-benar tidak dapat dimaafkan.

Atas semua kecaman itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu yang sedang dalam kunjungan kerjanya ke Kanada mengklaim tentaranya hanya ingin mengecek bantuan yang dibawa para sukarelawan apakah terdapat senjata atau tidak. Lima kapal yang diperiksa pertama bersikap kooperatif, namun aktivis di kapal keenam, Mavi Marmara menyerang tentara Israel. Karena itu ia bilang tindakan yang dilakukan  tentaranya itu merupakan upaya mempertahankan diri dari serangan para aktivis bersenjata.

Pernyataan  Netanyahu langsung dibantah Juru Bicara Gerakan Pembebasan Gaza. Salah satu koordinator bantuan kemanusiaan ke Gaza, Greta Berlin menegaskan tidak ada senjata apapun yang dibawa para sukarelawan dan aktivis.

Israel memberlakukan blokade ke Jalur Gaza sejak kelompok Hamas menguasai sebagian kecil wilayah Mediterania sejak 2007. Namun, berbagai kritik menilai blokade ini kontraproduktif, karena gagal mengakhiri tindakan Hamas. Blokade justru mengakibatkan warga Gaza semakin menderita.(BEY)

Lihat Video Beritanya

Bookmark and Share

One Comment leave one →
  1. Juni 5, 2010 5:11 am

    Israel beraninya cuma kepada yang lemah.. Coba kalau sekali saja Iran/negara Islam di dekat Palestina melawan Israel, kemungkinan besar Israel takut dan hanya bisa meminta tolong kepada inggris dan AS.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: