Skip to content

Motivasi untuk Kehidupan

November 27, 2009
tags:

Ada orang yang keadaan hidupnya sangat sulit dan berat. Namun, bukan berarti kita lalu hanya bisa meratapi nasib dan berputus asa karena seperti kata pepatah, ”Orang-orang yang hanya bisa mengasihani dirinya tak akan menghasilkan apa-apa dalam hidup”.

”Sebenarnya saya sudah pernah menulis di rubrik ini belasan tahun yang lalu. Ketika itu saya lelah menanggung beban hidup. Saya pengin tidur, enggak bangun lagi…. Lalu saya masuk ke rumah sakit jiwa. Sekarang usia saya 50 tahun. Satu per satu saudara dekat saya meninggal. Ayah meninggal tahun 2001, lalu tahun 2007 Ibu menyusul. Kini saya berdua dengan adik laki-laki berumur 40 tahun yang juga pernah dirawat di rumah sakit jiwa.

Kompleksitas beban psikologis sejak saya TK hingga saat ini telah menjadikan raga saya terganggu kesehatannya. Rasanya gangguan jiwa telah berganti menjadi sakit jasmani. Saya telanjur tua, tak punya kesempatan untuk mengembangkan diri, menikah, melahirkan keturunan.

Dahulu, gangguan jiwa jenis apa pun sepertinya sudah saya alami. Kini, saya tak punya apa-apa dan siapa-siapa, tinggal bersama adik, merawat dia. Saya tidak sering mengeluh lagi. Ada income dari mengontrakkan rumah orangtua, tapi pas-pasan untuk hidup.

Rasanya saya hanya menanti ajal, tetapi kadang sering berharap, mantan bos memanggilku mencarikan jalan keluar. Atau, ada pekerja seni yang tahu bagaimana aku berjuang melawan skizofrenia/paranoid, lalu memfilmkannya. Judulnya Berjuang Melawan Skizofrenia. Atau, adakah yang mau membantu saya agar bisa tinggal di panti wreda? Saya mesti gimana Bu?

SMS, Jateng

(Jawaban berikut juga saya tujukan bagi mereka yang tak kunjung mendapat pekerjaan atau menderita sakit terminal.)

Kehidupan perlu disyukuri

Saya ikut prihatin atas penderitaan Anda. Memang mengalami sakit jiwa kronis sangat menimbulkan ketidaknyamanan dalam hidup. Namun, bukan berarti Anda terus-menerus menunjukkan gejala yang berat, bukan? Ada kalanya anda bisa ”tenang dan menurun kegelisahannya”. Anda juga masih dapat berpikir jernih dan positif, bahkan bisa ikut merawat adik yang juga lebih kurang sama kesehatannya.

Sebenarnya, keberadaan Anda sangat berarti bagi adik. Itu sudah memberikan makna mendalam, bukan? Anda masih punya dia, adik pun pasti bersyukur punya kakak yang merawatnya. Mungkin tepatnya, Anda berdua bisa saling merawat dan membina kehidupan seoptimal Anda bisa.

Orang bijak mengatakan, ”Jika kita ingin bahagia atau sehat, fokuslah pada apa yang sudah kita punyai, bukan pada apa yang tidak kita punyai”.

Atau, renungkan juga ucapan yang mengatakan, ”Lebih hebat orang yang berani hidup daripada yang berani mati”. Artinya, kita perlu mensyukuri semua yang sudah kita peroleh, apakah itu ijazah kesarjanaan Anda, pengalaman kerja, kasih sayang dari seseorang, peninggalan orangtua yang bisa menghasilkan pemasukan, dan lainnya.

Dengan begitu, kita bisa tetap punya semangat untuk melanjutkan kehidupan. Untuk saat ini, saya tak menyarankan Anda masuk panti wreda. Usahakan tetap serumah dengan adik, menjaga dan membina komunikasi semaksimal mungkin dengannya. Minum obat sesuai dengan instruksi dokter dan hadapi hari esok dengan optimistis.

Motivasi

Kunci utama adalah harus tetap punya harapan, sepahit apa pun hidup ini. Kita perlu me-”motivasi diri” agar terus berdaya menghadapi hari esok.

Motivasi adalah suatu kondisi psikologis yang menimbulkan, mengarahkan, dan mempertahankan tingkah laku tertentu. Motivasi sangat berperan dalam kehidupan dan kegiatan kita. Tanpa motivasi, sulit mencapai perbaikan hidup.

Mengenai keinginan mewujudkan cerita dalam film, saya sangat mendukung. Rajinlah menulis dan mengirimkan kepada orang yang tepat. Kalau belum berhasil, tak perlu kecewa, pasti ada hikmah lain yang akan Anda peroleh. Bekerja apa pun boleh, asal tidak ngoyo. Usahakan hidup seimbang, tapi santai.

Cara meningkatkan motivasi

1. Beri ganjaran kepada diri sendiri untuk memperkuat perilaku tertentu. Ganjaran hanya dapat diberikan apabila Anda telah berhasil mencapai sasaran. Misalnya, beri hadiah kepada diri Anda sebagai ganjaran khusus (jalan-jalan ke taman) jika kemarin Anda tidak mengeluh. Jangan lupa memberikan ucapan ”selamat’ kepada diri sendiri bila berhasil. Kalau tidak, Anda akan terbiasa menurunkan kebiasaan untuk bersikap riang.

2. Tetapkan sasaran secara efektif. Berusahalah menjadi manusia yang lebih baik dari hari ke hari, bukan menjadi yang sempurna. Motivasi yang efektif menuntut pengarahan terhadap suatu tujuan. Tujuan yang lebih rinci, realistis, dan berada di bawah kendali kita cenderung memunculkan usaha yang lebih besar daripada tujuan yang terlalu umum. Misalnya, ”saya ingin selama tiga hari ke depan tidak mengeluh tentang kondisi adik” atau ”malam hari saya akan berdoa mengucap syukur atas keberhasilan saya membereskan rumah”.

3. Aturlah lingkungan. Cermati dan kenali diri Anda sebaik-baiknya, apakah Anda tipe mudah sedih atau mudah marah. Maka, aturlah lingkungan fisik, misalnya ganti cat ruang tidur dengan warna yang bisa meredam emosi Anda. Seringlah memasang musik yang lembut dan menenangkan. Pergilah ke mal atau berkunjung ke rumah teman sejauh itu bisa menghibur perasaan yang gundah.

Selamat berjuang terus.

AGUSTINE DWIPUTRI psikolog

Editor: acandra

One Comment leave one →
  1. Desember 4, 2009 4:03 pm

    Hmmm, tulisan yang menarik. Terima kasih telah berbagi, karena jujur saja saya merasa jarang ada yang menuliskannya dalam perspektif seperti ini. Kesuksesan memang harus dimulai dari dalam, serta dilakukan dengan penuh komitmen.

    Saya pikir kita memang perlu saling mengingatkan satu sama lain tentang teori dan proses pengembangan diri. Dan sebagai referensi silang, Anda juga pasti bisa menemukan cerminan lainnya dalam tulisan saya yang berjudul Racun Pengembangan Diri. Sekedar untuk semakin menambah wawasan saja, semoga bisa membantu.

    Salam kenal, sobat, senang bertemu dengan sahabat baru yang juga memiliki semangat untuk menginspirasi orang lain.

    Lex dePraxis
    Unlocked!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: