Cumi-cumi bisa mendengar
Bukan hanya ikan-ikan seperti paus dan lumba-lumba yang bisa mendengar suara dalam air. Hewan bertentakel atau bertangan banyak, seperti gurita dan cumi-cumi pun bisa mendengar suara meskipun pendengarannya tidak sebaik ikan-ikan tersebut.
Kemampuan mendengar suara tesebut membantu gurita untuk berkomunikasi, mengetahui keberadaan musuh dan memudahkannya mencari makanan.
Bahkan dalam beberapa penelitian diketahui, meskipun gurita mengalami kebutaan ia masih bisa mengenali keadaan sekitarnya dengan kemampuan pendengarannya.
Sebagian besar hewan cephalopoda (gurita dan cumi-cumi) memang hanya sedikit memiliki gas pendengaran yang digunakan ikan untuk mendengar.
Tetapi menurut tim peneliti dari Akademi Ilmu Pengetahuan Taiwan (Taiwan National Academy of Science), mengungkapkan kalau gurita dan cumi-cumi memiliki organ lain untuk mengenali suara, yang disebut statocyst.
Statocyst ini bentuknya seperti kantung yang berisi mineral dan rambut-rambut halus yang sangat peka terhadap suara.
Menurut tim peneliti gurita bisa mendengar suara antara 400 hertz hingga 1000 hertz. Sedangkan, cumi-cumi bisa mendengar antara 400 hertz hingga 1500 hertz.
“Hal itu menggambarkan kemampuan mendengar cumi-cumi lebih baik dibandingkan dengan gurita,” kata Yan, salah satu tim peneliti.
Perbedaan kemampuan mendengar antara gurita dan cumi-cumi ini kemungkinan karena lingkungan tempat tinggalnya berbeda.
Gurita biasa tinggal di dasar laut yang luas dikelilingi bebatuan koral berukuran besar. Sedangkan, cumi-cumi tinggal di permukaan laut yang tidak terdapat batu koral.• VIVAnews
